Menang Karena Main Sesuai Skema
Pelatih PERSIB, Djadjang Nurdjaman, menilai
anak asuhnya tampil sangat baik pada laga pekan ke-15 TSC 2016
Presented by Indosat Ooredoo kontra Barito Putera. Kemenangan 2-0 yang
diraih timnya adalah buah dari kerja keras pemain dan strategi yang
dijalankan dengan baik.
Djadjang pun menyampaikan rasa syukur atas kemenangan timnya itu. Apalagi timnya dapat bangkit usai kalah dari Perseru Serui pada laga sebelumnya. Tim mampu menunjukan semangat bermain dan bangkit dari keterpurukan.
"Selamat kepada pemain bisa meraih tiga poin dengan skor 2-0 atas Barito. Selamat kepada pemain karena selain menang mampu menampilkan permainan yang sesuai skema dan main bagus saat ini," kata Djadjang di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (13/08/2016) malam.
Usaha pemain juga tidak mudah karena lawannya tampil baik juga. Barito sejak menit awal sudah melakukan serangan dengan intensitas tinggi, jual beli serangan pun dinilai oleh Djadjang menjadikan laga menjadi seru.
"Saya juga apresiasi permainan Barito, dari awal sudah saya prediksi jika mereka akan memberi perlawanan. Tapi saya senang, karena pertandingan berjalan seru," tutupnya. ***
Djadjang pun menyampaikan rasa syukur atas kemenangan timnya itu. Apalagi timnya dapat bangkit usai kalah dari Perseru Serui pada laga sebelumnya. Tim mampu menunjukan semangat bermain dan bangkit dari keterpurukan.
"Selamat kepada pemain bisa meraih tiga poin dengan skor 2-0 atas Barito. Selamat kepada pemain karena selain menang mampu menampilkan permainan yang sesuai skema dan main bagus saat ini," kata Djadjang di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (13/08/2016) malam.
Usaha pemain juga tidak mudah karena lawannya tampil baik juga. Barito sejak menit awal sudah melakukan serangan dengan intensitas tinggi, jual beli serangan pun dinilai oleh Djadjang menjadikan laga menjadi seru.
"Saya juga apresiasi permainan Barito, dari awal sudah saya prediksi jika mereka akan memberi perlawanan. Tapi saya senang, karena pertandingan berjalan seru," tutupnya. ***
PERSIB Resmi Lepas Belencoso
Manajemen PT. PERSIB Bandung Bermartabat
(PT PBB) dengan ini mengumumkan bahwa kerja sama dengan Juan Carlos
Belencoso telah berakhir. Striker asal Spanyol tersebut resmi dilepas
PERSIB.
Kedua pihak sama-sama sepakat bahwa ini adalah jalan terbaik demi kebaikan bersama, baik PERSIB secara klub, dan Belencoso secara karir profesionalnya.
PT PBB dengan ini juga menyampaikan rasa terimakasih atas kinerja yang ditampilkan Belencoso selama ini. Terutama dalam mengantarkan Maung Bandung menuju final turnamen Piala Bhayangkara 2016 lalu, serta profesionalisme yang ditunjukkannya selama TSC 2016 presented by Indosat Ooredoo.
Selamat jalan kami ucapkan kepada Belencoso yang akan pulang kembali ke Spanyol pada Senin (14/08/2016) dini hari nanti. Semoga kita sama-sama menuai kesuksesan di hari depan.
Kedua pihak sama-sama sepakat bahwa ini adalah jalan terbaik demi kebaikan bersama, baik PERSIB secara klub, dan Belencoso secara karir profesionalnya.
PT PBB dengan ini juga menyampaikan rasa terimakasih atas kinerja yang ditampilkan Belencoso selama ini. Terutama dalam mengantarkan Maung Bandung menuju final turnamen Piala Bhayangkara 2016 lalu, serta profesionalisme yang ditunjukkannya selama TSC 2016 presented by Indosat Ooredoo.
Selamat jalan kami ucapkan kepada Belencoso yang akan pulang kembali ke Spanyol pada Senin (14/08/2016) dini hari nanti. Semoga kita sama-sama menuai kesuksesan di hari depan.
Jadi Penyelamat PERSIB U-21, Pian Bersyukur
Tampil sebagai penyelamat PERSIB U-21, sangat disyukuri oleh Pian
Hadiansyah. Ia mengaku tak memiliki firasat apapun dalam mencetak gol
tersebut.
Pemain yang berposisi sebagai bek tersebut memusnahkan kemenangan Bhayangkara Surabaya United U-21 yang sudah di depan mata. Memanfaatkan umpan yang dilepaskan Febri Haryadi dari sisi kanan, sundulan Pian membuat Maung Ngora selamat dari kekalahan dan hanya tertahan 1-1.
"Pertandingan tadi cukup keras, dan kita dapat poin satu. Tapi Alhamdulillah saya bisa cetak, dan tim terhindar dari kekalahan," ujar Pian usai pertandingan perdana ISC U-21 yag berlangsung di Stadion Arcamanik, Bandung, Sabtu (13/08/2016).
Ditanya soal firasat mencetak gol pada pertandingan sore tadi. Pian mengaku tidak mempunyai firasat atau niat untuk mencetak gol. Ia menjelaskan, gol nya tersebut buah dari kerja kerasnya untuk menebus kesalahannya pada babak peratama.
"Firasat cetak gol sih tidak ada, tadi saya cuma balas kesalahan di babak pertama. Gol mereka juga kan salah satu kesalahan pemain belakang," tegasnya.
Pemain yang berposisi sebagai bek tersebut memusnahkan kemenangan Bhayangkara Surabaya United U-21 yang sudah di depan mata. Memanfaatkan umpan yang dilepaskan Febri Haryadi dari sisi kanan, sundulan Pian membuat Maung Ngora selamat dari kekalahan dan hanya tertahan 1-1.
"Pertandingan tadi cukup keras, dan kita dapat poin satu. Tapi Alhamdulillah saya bisa cetak, dan tim terhindar dari kekalahan," ujar Pian usai pertandingan perdana ISC U-21 yag berlangsung di Stadion Arcamanik, Bandung, Sabtu (13/08/2016).
Ditanya soal firasat mencetak gol pada pertandingan sore tadi. Pian mengaku tidak mempunyai firasat atau niat untuk mencetak gol. Ia menjelaskan, gol nya tersebut buah dari kerja kerasnya untuk menebus kesalahannya pada babak peratama.
"Firasat cetak gol sih tidak ada, tadi saya cuma balas kesalahan di babak pertama. Gol mereka juga kan salah satu kesalahan pemain belakang," tegasnya.
Sejauh ini, Sergio baru mencetak satu gol, itu pun melalui titik putih. Berbeda dengan musim pertamanya bersama PERSIB 2013 lalu, Sergio moncer dan mampu menjadi mesin gol Maung Bandung. Bahkan ia menempati posisi atas assist bersama M. Ridwan saat itu. Namun, sekarang, selain minim gol, striker naturalisasi asal Belanda ini, minim juga dalam urusan asisst.
Pemain bernomor punggung 33 ini pun mengaku, terus berusaha untuk melaksanakan tugasnya sebagai striker. "Saya tetap termotivasi untuk cetak gol. Tapi yang penting tim menang dan dapat poin, itu yang penting dari pada saya cetak gol," kata Sergio.
Melihat lawannya pada pekan ke-15 nanti, Barito Putera, Sergio memastikan akan bekerja lebih keras di di Stadion Pakansari, Sabtu 13 Agustus ini. Dia pun mengharapkan usahanya selama ini pada sesi latihan dapat berbuah manis.
"Saya mau kerja keras untuk bisa cetak gol termasuk lawan Barito juga. Kita fokus ke tim kita, saya percaya kalau main bagus pasti bisa menang lawan semua tim," tutupnya. ***
Maung Ngora Sementara Tertinggal dari Bhayangkara
PERSIB U-21 sementara harus tertinggal 0-1
dari tamunya Bhayangkara Surabaya United pada babak pertama partai
pembuka ISC U-21 2016 di Stadion Arcamanik, Sabtu (13/08/2016).
Satu gol Bhayangkara U-21 tersebut di cetak oleh Safrizal Harahap pada penghujung babak pertama tepatnya pada menit 45. Tendangan jaral jarak jauhnya tak mampu diantisipasi penjaga gawang Maung Ngora, Sidik Permana.
Sejak kick off babak pertama dimulai, anak asuhan Yusuf Eko Dono langsung mengambil inisiatif penyerangan. Meski begitu Maung Ngora mampu memberikan perlawanan.
PERSIB U-21 sempat mendapatkan peluang emas dan sebenarnya bisa membuka keunggulan terlebih dahulu ketika Febri Haryadi sudah berhadapan langsung dengan penjaga gawang pada menit 3. Namun tendangannya masih bisa di blok dan hanya berakhir menjadi tendangan pojok.
Rapatnya barisan pertahanan Bhayangkara U-21 menjadi kendala bagi lini depan PERSIB untuk mencetak gol di sepanjang babak pertama ini.
Namun begitu PERSIB U-21 masihlah mampu mendominasi permainan, tercatat ada lima peluang yang di dapatkan anak asuh Budiman ini. Sebuah catatan yang harus ditingkatkan mejadi gol di babak kedua.
Satu gol Bhayangkara U-21 tersebut di cetak oleh Safrizal Harahap pada penghujung babak pertama tepatnya pada menit 45. Tendangan jaral jarak jauhnya tak mampu diantisipasi penjaga gawang Maung Ngora, Sidik Permana.
Sejak kick off babak pertama dimulai, anak asuhan Yusuf Eko Dono langsung mengambil inisiatif penyerangan. Meski begitu Maung Ngora mampu memberikan perlawanan.
PERSIB U-21 sempat mendapatkan peluang emas dan sebenarnya bisa membuka keunggulan terlebih dahulu ketika Febri Haryadi sudah berhadapan langsung dengan penjaga gawang pada menit 3. Namun tendangannya masih bisa di blok dan hanya berakhir menjadi tendangan pojok.
Rapatnya barisan pertahanan Bhayangkara U-21 menjadi kendala bagi lini depan PERSIB untuk mencetak gol di sepanjang babak pertama ini.
Namun begitu PERSIB U-21 masihlah mampu mendominasi permainan, tercatat ada lima peluang yang di dapatkan anak asuh Budiman ini. Sebuah catatan yang harus ditingkatkan mejadi gol di babak kedua.









0 komentar:
Posting Komentar